Just another website
Indeks

Bakul Dawet yang Jadi ‘Buron’ di Tragedi Kanjuruhan Ternyata Orang Partai

Gate 13 Stadion Kanjuruhan jadi lokasi yang disorot pada Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 12 Oktober 2022 – 16:30 WIB

VIVA Trending – Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter setia Arema FC ternyata juga dimanfaatkan beberapa pihak yang tak bertanggung jawab untuk menyebar hoaks. Salah satunya terkait suara misterius ‘penjual dawet’ yang dianggap menyudutkan suporter Arema dalam kejadian memilukan tersebut.

Sebelumnya memang beredar di media sosial rekaman suara yang mengaku sebagai penjual dawet yang menuding banyak suporter Arema yang menenggak minuman keras sebelum terjadi kerusuhan. Kontan hal tersebut membuat Aremania meradang. Terlebih saat mereka masih berduka dengan banyaknya korban jiwa dalam tragedi tersebut.

Ilustrasi polisi saat menembaki gas air mata

Photo :

  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Tak hanya Aremania, rekaman suara yang viral ini juga langsung menyedot perhatian dari pihak kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan. Bahkan rekaman suara misterius ‘bakul dawet’ ini juga mendapat perhatian dari Menko Polhukam Mahfud Md dan Komnas HAM. Lalu siapa penjual dawet misterius tersebut?

Misteri akhirnya terjawab. Sang penjual dawet tersebut ternyata bukan orang sembarangan. Sempat diduga seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), ternyata emak-emak tersebut seorang wakil rakyat. Hal itu diungapkan akun twitter @AremaniaCulture yang mengunggah langsung video permintaan maaf dari ibu berseragam tersebut.

“Masih ingat rekaman suara yang viral memberikan kesaksian terkait tragedi di Kanjuruhan dan mengaku sebagai penjual dawet? Berikut video yang bersangkutan meminta maaf ke salah satu keluarga korban yaitu mas Nawi Curva Nord. Penjual dawet PNS ya? #UsutTuntasTragediKanjuruhan,” tulis akun @AremaniaCulture.

“Rekamannya viral mengaku penjual dawet di Gate 3 Kanjuruhan. Dalam pengakuannya menyebut bahwa Aremania mengeroyok polisi dan memakai miras serta narkoba. Setelah ditelusuri penjual dawet tersebut tidak pernah ada. Sampai H+9 ketahuan datanya kemudian rumahnya dijaga ketat polisi,” lanjut cuitan Aremania Culture.

Sumber: www.viva.co.id